Gedung Putih sebut Trump prioritaskan diplomasi soal Iran
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Senin (12/1) menyampaikan bahwa diplomasi tetap menjadi pendekatan yang diprioritaskan Amerika Serikat (AS) dalam menangani Iran.
Namun, Leavitt juga mengatakan bahwa pemerintahan Trump tidak akan menutup kemungkinan penggunaan opsi militer jika diperlukan.
"Presiden AS (Donald) Trump selalu menyatakan bahwa diplomasi menjadi opsi pertama. Namun, dia tidak gentar menggunakan kekuatan mematikan dan keperkasaan militer AS jika dan ketika dia menilai hal itu diperlukan," ujar Leavitt kepada Fox News.
"Apa yang akan dilakukan Presiden Trump selanjutnya, hanya beliau yang tahu, jadi dunia harus terus menunggu dan menebaknya, dan kami akan membiarkan dia yang memutuskan," lanjutnya.
Akan tetapi, dia menolak untuk membahas kemungkinan keputusan tindakan atau kebijakan AS apa pun terkait Iran.
Leavitt mengungkapkan pasukan AS pada tahun lalu "sepenuhnya melenyapkan" program nuklir Iran, yang dia gambarkan sebagai "alat tawar terbesar" bagi negara Timur Tengah tersebut.
Trump pada Minggu (11/1) mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan "beberapa opsi yang sangat kuat" termasuk kemungkinan aksi militer terhadap Iran, mengeklaim Iran "mulai" melanggar garis merah AS.
Trump dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine pada Selasa (13/1) untuk mempertimbangkan opsi-opsi yang dimiliki AS.
Opsi-opsi tersebut kemungkinan mencakup memperkuat sumber-sumber antipemerintah Iran di internet, mengerahkan senjata siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran, memberlakukan sanksi tambahan terhadap Iran dan serangan militer, serta kemungkinan AS mengirim terminal Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, ke Iran untuk pertama kalinya dalam pemerintahan Trump, menurut laporan Wall Street Journal pada Minggu.
0 Response to "Gedung Putih sebut Trump prioritaskan diplomasi soal Iran"
Posting Komentar