Trump desak Iran terima kesepakatan diplomatik
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump saat ini mendorong penyelesaian diplomatik dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menyerukan Iran untuk menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington.
“Presiden telah menjelaskan kepada Iran: ia ingin penyelesaian melalui negosiasi. Saya kira akan bijak bagi mereka menerimtrumpa tawaran itu,” kata Hegseth saat tur nasional Arsenal of Freedom di Bath, Maine, dilansir dari Anadolu pada Senin, 8 Februari.
Hegseth menambahkan, preferensi diplomatik pemerintahan AS didukung oleh kemampuan militer Amerika Serikat yang tak tertandingi.
“Dunia melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan, pencegahan dalam aksi. Kami berada di luar Iran sebelum Iran menyadari kehadiran kami. Tidak ada negara lain yang bisa melakukan itu,” katanya, merujuk pada serangan AS terhadap Iran selama perang 12 hari pada Juni tahun lalu.
Pernyataan Hegseth muncul menjelang putaran negosiasi berikutnya antara AS dan Iran, yang dilanjutkan di Oman pada Jumat lalu setelah hampir delapan bulan dihentikan. Negosiasi tidak langsung sempat tertunda menyusul serangan AS ke tiga situs nuklir utama Iran pada Juni tahun lalu.
Provokasi Israel
Menurut laporan TRT World pada 1 Februari, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menggelar pertemuan keamanan dengan pejabat senior, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, yang baru kembali dari AS setelah membahas Iran dengan pejabat Washington. Direktur Mossad, David Barnea, juga hadir, dilansir KAN.
Zamir memperkirakan AS akan melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam dua minggu hingga dua bulan mendatang. “Ini periode ketidakpastian,” kata Zamir, dikutip Army Radio.
Namun, serangan dalam beberapa hari ke depan dianggap tidak mungkin. Beberapa pejabat Israel menyatakan khawatir Trump dapat mencapai kesepakatan dengan Iran tanpa memasukkan program misil balistik Tehran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga bertemu Zamir setelah pembicaraannya di Washington, untuk meninjau kesiapan operasional militer menghadapi segala kemungkinan.
Beberapa pejabat Israel menilai AS perlu menyerang Iran agar mencegah kemajuan program nuklir Tehran.
Laporan surat kabar keuangan Israel, The Calcalist, bahkan memperkirakan biaya perang potensial bisa mencapai 10 miliar dolar, tergantung durasi dan sifat konflik.
Sejumlah pihak di AS telah menyebut bahwa Israel-lah yang memiliki kepentingan untuk menyerang Iran, sementara Trump menyatakan keengganannya. Iran selama ini dianggap musuh bebuyutan Israel karena berusaha menghalangi negara itu berbuat kerusakan di Timur Tengah, termasuk mendukung kemerdekaan Palestina dan melawan genosida Israel di Gaza.


0 Response to "Trump desak Iran terima kesepakatan diplomatik"
Posting Komentar