Rekening donasi diblokir, rombongan Pati dikabarkan menginap di rumah Gus Dur
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, kembali menjadi sorotan. Hari ini beredar video di media sosial Facebook yang memperlihatkan dirinya dan rombongan Pati berada di kompleks kediaman keluarga mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Video tersebut beredar di akun Facebook War Ji Pati. Dalam video itu, Supriyono disebut menginap di kediaman Gus Dur setelah diantar dan dikawal sejumlah pengemudi ojek online atau ojol pada Senin (24/8) sore.
"Jadi, kedatangan Mas Botok ke sini dan kawan-kawan, salah satu di antaranya, adalah untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena pada saat terjadi pergolakan di Pati, Mas Botok menjadi tersangka, Pak Teguh menjadi tersangka, keluarga Abdurrahman Wahid memberikan dukungan kepada Mas Botok di Pati," kata perwakilan AMPB dalam video tersebut, dikutip Selasa (25/8).
Perwakilan AMPB itu menyebut kedatangan mereka juga bertujuan melaksanakan salat di Masjid Al-Munawwaroh yang berada di kompleks kediaman keluarga Gus Dur, Jakarta Selatan.
Dalam video itu, Supriyono juga menyampaikan terima kasih kepada kelompok ojol serta masyarakat Jakarta dan daerah lain yang telah mengantarnya ke kompleks kediaman keluarga Gus Dur.
Ia kemudian menyerukan agar semangat perlawanan masyarakat Pati dan Jakarta terhadap apa yang disebutnya sebagai kezaliman dan ketidakadilan menyebar ke seluruh Indonesia.
"Semoga persatuan ini, semoga semangat perlawanan rakyat Pati dan rakyat Jakarta melawan kezaliman, ketidakadilan yang dilakukan penguasa menyebar ke seluruh negeri," ujar Supriyono.
Katadata mencoba mengonfirmasi kabar dari video tersebut kepada dua putri Gus Dur, yakni Yenny Wahid dan Alissa Wahid. Hingga berita ini ditulis, keduanya belum memberikan respons.
Hubungan massa aksi Pati dengan keluarga Gus Dur sudah pernah terjalin. Pada 5 Maret 2026, putri Gus Dur, Inayah Wahid, hadir dalam sidang vonis Supriyono dan Teguh Istiyanto di Pengadilan Negeri Pati. Inayah menyatakan hadir mewakili keluarga Gus Dur untuk menemani masyarakat Pati.
Rekening Rp 80,9 Juta Diblokir
Munculnya video tersebut terjadi setelah polemik rekening Supriyono mencuat. Supriyono sebelumnya mengungkap rekening Bank Mandiri miliknya yang berisi dana pribadi sekaligus donasi masyarakat sekitar Rp 80,9 juta tidak dapat digunakan.
Botok mengungkapkan rencananya digunakan untuk kebutuhan operasional, akomodasi, dan logistik massa yang akan mengikuti aksi di Jakarta.
"Itu uang pribadi saya dan uang donasi teman-teman saya, cuma uang Rp 80 juta diblokir, uang koruptor ratusan miliar (rupiah, tidak diblokir), kan aneh," kata Botok, dikutip dalam YouTube Tribunnews, Senin (24/8).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kemudian memberikan penjelasan terkait pemblokiran rekening yang berisi dana pribadi dan donasi aksi warga Pati, Jawa Tengah. Bank berkode saham BMRI itu menyebut pemblokiran sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.
“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri di akun X, dikutip Senin (24/8).
Katadata juga telah meminta konfirmasi lebih lanjut kepada Bank Mandiri, namun belum ada jawaban.
Adapun Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut yang terjadi terhadap rekening yang dipakai untuk menghimpun dana AMPB itu adalah penundaan transaksi, bukan pemblokiran, demi proses penyelidikan.
Penundaan itu akan berlangsung selama lima hari kerja. Ini, kata Budi, mengacu pada Pasal 237 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Rekening yang berada di dalam tabungan tersebut tidak disita,” kata Budi di Jakarta, Senin (24/8), dikutip dari Antara. Ia menegaskan, dana dalam rekening tersebut tetap berada di rekening pemilik.
Setelah proses penyelidikan, dana itu akan dikembalikan kepada pemilik rekening. Namun, ia menambahkan, jika ditemukan indikasi tindak pidana, proses penyelidikan akan dilanjutkan. Pihak kepolisian mengklaim, bisa saja uang-uang donasi tersebut berasal dari hasil judi online atau aliran narkoba. “Ini kan juga harus kita lihat,” ucap Budi.


0 Response to "Rekening donasi diblokir, rombongan Pati dikabarkan menginap di rumah Gus Dur"
Posting Komentar