Pasang Iklan Gratis

Jadi mediator, Qatar-Pakistan upayakan AS-Iran kembali berunding akhiri kebuntuan

 Selama hampir dua pekan, Tim mediasi Qatar telah membahas sejumlah usulan untuk memulai kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.

"Kami telah bertukar berbagai gagasan selama hampir dua pekan mengenai dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari, dilansir dari Antara

Qatar telah bertindak sebagai mediator, bersama dengan Pakistan, untuk pembicaraan antara AS dan Iran.

Al-Ansari mengatakan tim mediator Qatar bekerja sama dengan Pakistan untuk terus berkomunikasi dengan kedua pihak dan berpindah dari satu ibu kota ke ibu kota lain guna mencari kemajuan dalam upaya tersebut.

"Kami bekerja melalui tim mediasi dengan Iran dan AS untuk melihat apakah pembicaraan dapat dilanjutkan. Para mediator kami saat ini bergerak di antara berbagai ibu kota dengan harapan dapat mencapai kemajuan dalam jalur ini," tambah al-Ansari kepada media Qatar dan dikutip Anadolu.

Qatar juga telah menerima jaminan dari para pejabat di pemerintahan AS bahwa AS ingin mencapai kesepakatan.

Al-Ansari mengatakan perlu solusi regional untuk mewujudkan stabilitas dan pemahaman internasional yang melindungi jalur-jalur perairan, seperti Selat Hormuz.

"Menempatkan jalur-jalur perairan di bawah kedaulatan satu negara saja dan menggunakannya sebagai senjata akan menciptakan preseden berbahaya bagi kita semua," ucapnya.

Pernyataan dari jubir Kemlu Qatar itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan, Minggu, yang menyatakan bahwa akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap rumit dengan potensi eskalasi tak terduga.

Deplu AS mendesak warga AS di kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mereka yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan, baik menuju maupun melalui wilayah tersebut.

Beberapa kedutaan besar AS di kawasan tersebut, termasuk di Uni Emirat Arab, Irak, dan Yordania, mengeluarkan peringatan serupa pada Minggu.

Sebelumnya, saat menjelaskan pendekatannya terhadap perang tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada jaringan televisi AS bahwa opsi saat ini ialah untuk menghancurkan negara tersebut.

Trump memberikan pilihan apakah akan membiarkannya membusuk secara ekonomi atau menegosiasikan kesepakatan, sambil menambahkan bahwa hal-hal yang sangat besar akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Pertanyaan saya adalah, apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka bersikap baik," kata Trump kepada Fox News.

AS baru-baru ini melancarkan serangan militer terhadap sejumlah lokasi di Iran di tengah kebuntuan negosiasi terkait perselisihan mengenai pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute terpenting di dunia untuk pasokan energi dan perdagangan global.

Padahal, kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni lalu.

Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap fasilitas dan peralatan militer milik AS di negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi. 

Beberapa serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan kerusakan pada infrastruktur sipil, sehingga menuai kecaman dari negara-negara yang terkena dampaknya serta seruan agar serangan tersebut dihentikan.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menurut Iran telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Iran membalas dengan serangan yang menewaskan warga Amerika dan Israel.

0 Response to "Jadi mediator, Qatar-Pakistan upayakan AS-Iran kembali berunding akhiri kebuntuan"

Posting Komentar