BKSDA Kaltim dan Pemkab Mahulu kolaborasi konservasi badak Kalimantan
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) berkolaborasi melakukan konservasi badak Kalimantan yang terancam punah, karena berdasarkan hasil pelacakan hanya tersisa satu ekor.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan Bupati dan Sekda Mahulu. Dalam pertemuan kemarin, ada tiga program prioritas yang ingin dikolaborasikan dengan Pemkab Mahulu," kata Kepala BKSDA Provinsi Kaltim Matheas Ari Wibawanto di Samarinda,
Tiga program tersebut adalah konservasi badak Kalimantan, pendampingan pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Medang, dan pelestarian flora - fauna dilindungi lainnya di Mahulu. Namun dalam pertemuan itu yang dibahas khusus tentang konservasi badak Kalimantan.
Ia berharap dukungan penuh dari Pemkab Mahulu, termasuk pelibatan perangkat daerah terkait dalam konservasi mendatang. Sedangkan BKSDA Kaltim akan membuat SK Penyelamatan Badak Kalimantan, yakni dalam kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Terkait dengan penanganan konflik satwa dan isu konservasi di Mahulu, Ari menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dan sosialisasi ke publik mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Sementara Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya konservasi satwa langka, khususnya badak Kalimantan yang diketahui tersisa satu individu dan berasal dari wilayah Mahulu.
"Komitmen kami pastinya mendukung penuh konservasi tersebut. Badak Kalimantan yang hanya satu-satunya ada di Mahulu, semoga bisa dilakukan penangkaran dan kami harap nanti bisa kembali ke Mahulu lagi agar bisa menjadi ikon Mahulu," ujarnya.
"Dukungan dari masyarakat juga sangat penting. Masyarakat harus memahami bahwa penangkaran ini bukan untuk diambil, tetapi akan dikembalikan lagi ke Mahulu. Anak cucu kita harus mengenal bahwa Badak Kalimantan itu ada di Mahulu," katanya menambahkan.
Ia juga berharap BKSDA Kaltim memberikan edukasi lebih luas kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga satwa dilindungi, termasuk keanekaragaman hayati lainnya yang masih ada di Mahulu.
"Saya harap edukasi untuk masyarakat sering dilakukan, tidak hanya mengenai badak karena Mahulu punya banyak satwa yang dilindungi, sehingga masyarakat bukan hanya bisa melihat, tetapi juga ikut melestarikan satwa tersebut dari edukasi yang diberikan," katanya.
0 Response to "BKSDA Kaltim dan Pemkab Mahulu kolaborasi konservasi badak Kalimantan"
Posting Komentar