Pasang Iklan Gratis

Timnas Indonesia serobot aset Timnas Jerman? 1 indikasi bisa jadi sebab, 9 keuntungan di depan mata

  Timnas Indonesia serobot aset Timnas Jerman? 1 indikasi bisa jadi sebabnya, 9 keuntungan di depan mata nyata.

Dilansir TribunWow.com, satu pemain berlabel Timnas Jerman kelompok usia yang kans diserobot Timnas Indonesia yakni Laurin Ulrich.

Bukan tanpa sebab, meski berlabel Timnas Jerman kelompok usia, tak lantas memudahkan Laurin Ulrich masuk tim senior.

Dengan kata lain, Timnas Indonesia masih eligible untuk bisa amankan tanda tangannya.

Hal itu diperkuat dengan manuver PSSI dan Pemerintah Indonesia yang tengah menggodok adanya rancangan undang-undang dasar (RUU) mengenai Dwi Kewarganegaraan.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas jelaskan mengenai proses rancangan undang-undang (RUU) terkait dengan Dwi Kewarganegaraan.

Menurut Supratman, rancangan itu diharapkan bisa selesai pada tahun 2026.

Rancangan undang-undang itu ditujukan sebagai bentuk respons atas polemik paspor sejumlah pemain Timnas Indonesia (naturalisasi) yang berkarier di Belanda

“Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasi RUU-nya. Tentu nanti kami mendengar semua masukan, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, terkait pengaturan kewarganegaraan,” kata Supratman di Jakarta, Jumat (17/4/2026), dikutipTribunWow.com  dari Antara.

Menurutnya, RUU ini tengah dibahas pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Selain terkait penyusunan RUU Kewarganegaraan, Supratman menilai, adanya penguatan diplomasi olahraga juga penting untuk mencegah bisa terulangnya kasus serupa.

 “Hubungan antarnegara itu penting, tetapi RUU Kewarganegaraan juga tidak kalah penting. Yang utama adalah bagaimana Merah Putih dapat berkibar di berbagai ajang,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Syarif Hiariej sebelumnya menyampaikan bahwa RUU Kewarganegaraan yang diharapkan bisa jadi solusi atas berbagai persoalan, termasuk tentang anak berkewarganegaraan ganda dan diaspora Indonesia yang sedang berkarier di luar negeri.

Pada rapat kerja bersama DPR, dirinya menjelaskan Indonesia menganut sistem kewarganegaraan tunggal.

Namun, berikan kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak hasil dari perkawinan campur serta anak yang lahir di negara dengan asas ius soli.

 “Saat ini anak berkewarganegaraan ganda harus memilih kewarganegaraan pada usia 18 hingga 21 tahun,” jelas Eddy.

Melalui RUU itu, pemerintah berencana memberikan perpanjangan batas waktu pemilihan kewarganegaraan hingga usia 26 tahun.

Tak cuma itu, pemerintah juga tengah mengkaji skema kewarganegaraan ganda terbatas bagi warga negara asing yang memiliki kontribusi luar biasa atau masuk ke dalam nilai strategis bagi kepentingan nasional seperti di antaranya bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, kebudayaan, dan olahraga.

Adanya angin segar itu buat peluang Timnas Indonesia realisasikan beberapa pemain bidikan keturunan grade A untuk dinaturalisasi terbuka lebar.

Dan satu di antaranya tak menutup kemungkinan mengarah ke gelandang serang milik FC Magderburg di Liga 2 Jerman, Laurin Ulrich.

Seperti diketahui, nama Laurin Ulrich mencuat setelah kedapatan telah memfollow agen pemain yang acap kali salurkan pemain keturunan untuk bergabung ke Timnas Indonesia, Fardy Bachdim.

Secara garis keturunan, Laurin Ulrich memiliki darah keturunan Indonesia dari kakeknya (pihak ayah) yang asli kelahiran Surabaya, Jawa Timur.

Pemain Stuttgart II itu masih eligible untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia karena tercatat belum pernah membela Timnas Jerman senior.

Kabar itu juga diperkuat dengan akun seputar sepak bola Indonesia @futboll.indonesiaa, Minggu (6/4/2025) yang turut membeberkan fakta mengenai Laurin Ulrich.

"BREAKING:UPDATE TENTANG AKAR INDONESIA LAURIN ULRICH!????????????????

- Kami ingin menceritakan beberapa fakta dan kabar terbaru tentang Laurin Ulrich. Laurin ini sudah 1 tahun lebih kami pantau tapi tidak ada hasil karena minim bukti, kami mendapatkan dia ada akar keturunan Indonesia awalnya dari rekan 1 tim nya di VfB Stuttgart, tetapi kami tidak mendapat respon apapun dari Laurin dan keluarganya. Sangat tidak terduga minggu lalu ibunya merespon dan mulai terbuka.

- Informasi kami dapatkan semua dari Ibu kandungnya. Kami sangat berterima kasih untuk itu semua. Keluarga nya sangat tertutup sehingga kami juga harus pelan-pelan dan berhati-hati agar tidak menyinggung atau apapun.

- Kami beruntung sekali ibunya mencoba membuka diri, dan kemarin Ayah kandung Laurin akhirnya juga menjawab pesan kami dan memberikan kabar kebenaran bahwa kakek nya Laurin (ayah dari ayahnya laurin) benar lahir di Indonesia tepatnya di kota Surabaya.

- Hal ini memperkuat pernyataan dari Ibu kandung laurin. Kakek Laurin lahir di surabaya tahun 1941.

Pada saat perang terjadi di Indonesia, kakek nya pergi ke Belanda di tahun 1945 bersama Ibu nya (waktu kakek masih kecil).

Dan tinggal di belanda beberapa waktu saja selanjutnya pindah ke Jerman dan menetap di jerman. Kakeknya masih memiliki keluarga di Belanda hingga sekarang.

- Tetapi ayah laurin kelahiran jerman dan berkewarganegaraan jerman.

Ayahnya mantan pemain sepakbola juga dengan posisi penyerang depan. Ayahnya mengatakan kepada kami bahwa kakaknya masih ada juga yang tinggal di Belanda.

- Laurin ini eligible untuk Indonesia dan Jerman tapi tidak eligible untuk belanda.

Kakek nya laurin menurut analisa kami bukanlah termasuk golongan blijvers karena genetik rambut hitam pasti sudah ada mix dengan pribumi Hindia Belanda (Indonesia). 

Ibu dari kakek nya laurin lama menetap di hindia belanda dan lahir lah kakeknya laurin.

Jadi analisa kami kakek nya bukan blijvers tapi@futboll.indonesiaa sudah mix dengan pribumi dan warga negara Hindia Belanda," tulis @futboll.indonesiaa.

Jika berhasil amankan Laurin Ulrich, maka Timnas Indonesia bakal mendapatkan 6 keuntungan di depan mata.

Berikut ulasan selengkapnya:

1. Proyeksi Jangka Panjang

Keuntungan pertama tentu saja berkaitan dengan usia Laurin Ulrich.

Seperti diketahui, Laurin Ulrich lahir di Heidenheim an der Brenz, Jerman, 31 Januari 2005 (21).

Tentu, merujuk usianya saat ini, maka bisa dipastikan, Timnas Indonesia bisa menggunakan jasanya secara jangka panjang.

2. Bisa Main di 4 Posisi Berbeda

Keuntungan kedua berkaitan dengan sosok Laurin Ulrich yang diketahui merupakan pemain multiposisi.

Hal itu dapat dilihat dari statistik Laurin Ulrich yang kerap dimainkan di 4 posisi berbeda.

Posisi aslinya merupakan gelandang serang, namun ia juga bisa diperankan di pos gelandang tengah, sayap kiri dan kanan.

Berikut catatan rincian statistiknya:

Gelandang serang: 53 pertandingan, 9 gol dan 8 assist

Sayap kanan: 9 pertandingan, 1 gol dan 3 assist

Sayap kiri: 11 pertandingan, 4 gol dan 2 assist

Gelandang tengah: 36 pertandingan, 8 gol dan 18 assist

3. Visi Bermain Mempuni

Keuntungan ketiga berkaitan dengan visi bermain seorang Laurin Ulrich.

Di mana, catatan total 89 pertandingan di pos gelandang tengah dan serang menandakan jika sosok Laurin Ulrich memiliki visi bermain apik baik ketika mengkreasikan peluang, eksekusi keputusan dan mengatur tempo pertandingan.

Keputusan scaninng mempuninya membuatnya mampu mengalirkan ke beberapa posisi.

4. Didikan Eropa

Keempat berkaitan dengan sosok Laurin Ulrich yang merupakan pemain didikan Eropa.

Di mana, Laurin Ulrich tercatat sebagai pemain jebolan Stuttgart junior.

Setelah itu, ia pernah menimba ilmu bersama SSV Ulm 1846.

Tercatat, ia juga pernah bermain untuk Stuttgart U17 dan pernah bermain di tim senior klub tersebut.

Laurin Ulrich juga pernah bermain di Stuttgart II per 1 Januari 2025.

Dan kini berkarier di tim senior FC Magderburg di Liga 2 Jerman.

5. Akurasi Umpan

Kelima berkaitan dengan akurasi umpannya baik ketika bermain di posisi gelandang serang maupun tengah.

Akurasi umpan Laurin Ulrich acap kali berhasil memberikan ruang bagi rekan-rekannya ketika menyusun sebuah serangan.

Umpan short pass maupun long pass dari kaki ke kaki serta long ball akurat jadi ciri khas yang terlihat pada seorang Laurin Ulrich.


0 Response to "Timnas Indonesia serobot aset Timnas Jerman? 1 indikasi bisa jadi sebab, 9 keuntungan di depan mata"

Posting Komentar